WILAYAH SENTOLO RESMI BERGABUNG DENGAN PAROKI ADMINISTRATIF MATERDEI BONOHARJO – Gereja Santa Theresia Sedayu
Loading...
Berita

WILAYAH SENTOLO RESMI BERGABUNG DENGAN PAROKI ADMINISTRATIF MATERDEI BONOHARJO

Dalam perayaan Pentakosta, Minggu (9/6), umat Kapel Santo Yusuf mengadakan misa syukur. Bersyukur karena pada hari tersebut diperingati sebagai hari lahirnya gereja. Juga bersyukur karena lingkungan Malangan, Salam Rejo dan Sentolo resmi bergabung dengan Paroki Administratif Materdei Bonoharjo. Ekaristi ini dipimpin oleh Romo Yohanes Triwidianto, Pr, bersama Romo P. Nugroho Agung, Pr (Paroki Wates dan Bonoharjo), Yohanes Wicaksono, Pr (paroki Wates), Panras, SSCC dan diakon Ignatius Krisna Setiadi. Ekaresti ini dihadiri umat kapel St. Yusup Sentolo, perwakilan umat Bonoharjo dan perwakilan umat Sedayu.

Romo Nugroho Agung dalam homilinya mengatakan bahwa kerasukan setan dan kerasukan Roh Kudus adalah dua hal yang berbeda. Kerasukan setan menyebabkan takut, tidak nyaman, malu, marah dan sejenisnya. Jika kerasukan Roh Kudus, dalam Kitab Suci, digambarkan membuat apa yang diomongkan seseorang mudah di terima oleh pendengarnya. Roh Kudus membuat orang tidak lagi takut. Roh Kudus mengubah orang dari budak menjadi anak Allah. Maka, dengan Roh Kudus orang Katholik seharusnya berani mengarungi kehidupan tanpa takut. Roh Kudus membuat orang yakin akan keberadaannya. Sehingga ia akan bisa berbuat secara sungguh-sungguh. Roh Kudus membuat orang hadir sebagai peribadi yang unggul. Roh Kudus juga membuat orang mengalami kasih. Kasih tersebut ia miliki dan kemudian ia bagikan.

Romo Yohanes Tri, dalam sambutannya mengatakan, bahwa lingkungan Sentolo, Salam Rejo dan Malangan, bersama dengan lingkungan Brosot (Paroki Klodran), resmi bergabung dengan Paroki Administratif Materdei Bonoharjo sejak 24 Mei 2019. Proses pemekaran, yang merupakan cita-cita KAS ini, harus diterima dengan rasa syukur. Karena dengan pemekaran, maka orang akan semakin bersatu. Bersyukur juga karena dengan rahmat Tuhan, proses yang sudah terjadi, berlangsung dengan lancar. Dan semenjak perayaan tersebut, semua urusan administratif wilayah Sentolo, dialihkan dari Paroki Sedayu ke Paroki Administratif Bonoharjo. Untuk prodiakon, otomatis prodiakon di wilayah Sentolo bergabung dengan Paroki Administratif Bonoharjo. Sedang urusan pelayanan pastoral dan tugas pelayanan misa mingguan di gereja paroki, tetap akan diselesaikan sampai akhir tahun. Termasuk juga mereka yang menjadi anggota Dewan Pleno tetap bertugas hingga akhir tahun.

Wawan S
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *