SAKRAMEN PENGUATAN – Gereja Santa Theresia Sedayu
Loading...
Katekese Iman

SAKRAMEN PENGUATAN

Mengapa Sakramen Penguatan Itu Perlu?

Sakramen Penguatan merupakan langkah kedua menjadi seorang Katolik. Penguatan merupakan sakramen, yang artinya, “bahasa isyarat” dari Tuhan. Bahasa isyarat seringkali berbicara lebih kuat daripada bahasa-bahasa lain, karena bahasa isyarat sifatnya universal. Dalam sakramen, Tuhan menggunakan benda-benda biasa seperti air, roti, minyak, dan juga tindakan-tindakan tertentu untuk berbicara secara langsung kepada jiwa kita. Tidak seperti bahasa isyarat lainnya, bahasa isyarat Tuhan mempunyai kuasa untuk mengubah orang yang menerimanya.

Sakramen Penguatan merupakan yang pertama dari serangkaian sakramen yang disebut sebagai sakramen “pengurapan”. Sakramen-sakramen tersebut menggunakan bahasa isyarat yang sama, yaitu pengurapan dengan minyak. Yang termasuk dalam sakramen “pengurapan” adalah Sakramen Penguatan atau Krisma, Sakramen Pengurapan Orang Sakit, dan Sakramen Imamat. Ketiga sakramen tersebut menggunakan bahasa isyarat yang sama untuk mengatakan sesuatu yang berbeda.

Dalam Sakramen Baptis, kita disambut dalam persekutuan dengan Kristus. Dalam Sakramen Penguatan, kita disambut dalam persekutuan dengan suatu komunitas, yaitu Gereja Katolik. Di kebanyakan Gereja Katolik, seorang Uskup-lah yang memberikan isyarat penyambutan itu. Pengecualian terjadi apabila calon penerima sakramen adalah orang dewasa yang baru masuk Katolik. Maka imam pembimbing yang menerimakan Sakramen Penguatan. Bapa Uskup atau imam menyatakan sambutannya dengan isyarat tangan yang artinya, “Kami menghormatimu, kami menyambutmu dalam keluarga Katolik.”

Bahasa isyarat “pengurapan minyak” dapat diumpamakan dengan memijat dengan balsem. Pijatan itu membersihkan, menenangkan serta menyembuhkan.

Ketika kalian masih anak-anak dan sakit pilek, pernahkah ibu menggosok dada kalian dengan Vicks Vaporub? Atau mungkin menggosok kaki kalian yang keseleo? Kalian akan segera merasa nyaman karena dua hal. Pertama, obat gosok itu meresap ke dalam kulit serta menghangatkan tubuh. Kedua, karena kalian menikmati sentuhan dari orang yang mengasihi kalian.

Sama halnya dengan Sakramen Penguatan. Tuhan menyentuh dan menawarkan kesembuhan bagi kita dari segala macam beban yang dipikul selama kita tumbuh dewasa. Tuhan berkata kepada kita, “Aku tidak akan tinggal jauh darimu, Aku sungguh memperhatikan kamu, karena kamu adalah pribadi yang berharga bagi-Ku.”

Minyak Krisma Sakramen Penguatan mengundang Roh Kudus agar melindungi kita. Roh Kudus memberi kita kekuatan, serta membimbing kita dalam menyempurnakan persatuan kita dengan Yesus melalui tubuh-Nya di dunia, yaitu Gereja. Roh Kudus membimbing kita bagaimana menjadi serupa dengan Kristus.

Asal-Usul Sakramen Penguatan

Apabila kita memahami sakramen sebagai suatu “bahasa isyarat”, kita juga dapat memahami bagaimana dan mengapa sakramen dapat mengadakan perubahan. Pesan yang hendak disampaikan melalui Sakramen Penguatan adalah “Tuhan menghormati kamu dan memberimu kekuatan menghadapi persoalan-persoalan yang berat.” Dan Tuhan menyatakannya melalui beberapa cara. Upacara Sakramen Krisma merupakan salah satu di antaranya.

Penguatan pertama menggunakan tiga bahasa isyarat yang berbeda: angin, lidah api, dan berkata-kata dalam bahasa asing. Peristiwa tersebut terjadi dalam suatu perayaan Yahudi kurang lebih 2000 tahun yang lalu. Perayaan itu disebut Shavuot, artinya “Minggu-minggu”. Shavuot dirayakan sekitar tujuh minggu sesudah Hari Raya Paskah Yahudi. Shavuot disebut juga Pentakosta, yang artinya “lima puluh hari”. Yaitu semacam perayaan untuk mengucap syukur dan untuk mengenang Tuhan memberikan Sepuluh Perintah Allah kepada bangsa Israel.

Biasanya, para rasul Yesus pergi ke Bait Allah untuk menyampaikan persembahan mereka. Tetapi mereka takut jika akan ditangkap seperti Yesus. Karenanya, mereka bersembunyi di ruangan tempat Yesus merayakan Perjamuan Terakhir-Nya.

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Kis 2: 1-4)

Ada juga kisah-kisah dalam Kitab Suci dimana orang secara tiba-tiba berubah. Perubahan tersebut selalu disertai dengan kobaran semangat, iman, dan kesediaan untuk menjadi bagian dari suatu komunitas iman, yaitu Gereja. Masing-masing peristiwa tersebut dikenangkan melalui bahasa isyarat yang berbeda-beda. Pada akhirnya, Gereja menetapkan bahasa isyarat yang sekarang digunakan dalam Sakramen Penguatan.

Di masa mendatang, Gereja mungkin saja mengubah bahasa-bahasa isyarat itu, tetapi pesan yang hendak disampaikan serta pengaruh yang ditimbulkannya akan tetap sama, yaitu kehadiran Roh Allah. Makna dan kuasa bahasa isyarat tersebutlah yang terpenting, yaitu kehadiran Roh Kudus dalam diri kita.

Apa Yang Dilakukan Roh Kudus?

Tahukah kalian bagaimana komputer bekerja? Bagi sebagian orang, keyboard komputer merupakan suatu panel dengan simbol-simbol dan karakter-karakter yang aneh. Jika kalian tidak tahu apa yang harus diperbuat, ada satu kunci yang perlu diingat, karena kunci ini termasuk yang paling penting, yaitu F1. Dalam sebagian besar program komputer, apabila kita mengalami kesulitan, kita dapat menekan kunci  F1 dan segera HELP window akan muncul menampilkan petunjuk-petunjuk mengenai apa yang harus dilakukan.

Kita dapat menganggap Roh Kudus sebagai kunci pribadi yang menolong kita dalam segala permasalahan hidup. Roh Kudus tidak saja menunjukkan bagaimana melakukan sesuatu, tetapi Ia juga akan memberi kita kekuatan untuk melakukannya.

Sebagai contoh, Yesus berpesan pada para rasul-Nya bahwa apabila mereka diserahkan ke pengadilan oleh karena iman mereka, mereka tidak perlu khawatir akan apa yang harus mereka katakan untuk membela diri. Roh Kudus sendiri yang akan berkata-kata di dalam mereka. Dan hal itu memang benar-benar terjadi, sama seperti yang telah dikatakan oleh Yesus.

Ada suatu singkatan yang menjadi populer dalam beberapa tahun belakangan ini. WWJD – singkatan dari What Would Jesus Do? Apa yang akan Yesus lakukan? Yaitu suatu cara yang baik untuk mempertimbangkan apakah suatu perbuatan itu baik atau akan menyakiti orang lain. Istilah lain WWJD adalah hati nurani. Hati nurani adalah suatu “suara” lembut dalam diri kita yang mengatakan “Jangan lakukan, itu dosa” atau “Pergilah menolong orang itu, ia dalam kesulitan.” Itulah suara Roh Kudus!

Kita tidak perlu repot-repot menekan kunci manapun untuk mendapatkan bantuan seperti itu, karena Roh Kudus ada dalam kita dan Ia senantiasa siap sedia menolong kapan saja dan di mana saja kita berada. Setiap saat kita membutuhkan pertolongan atau nasihat tentang apa saja, bertanyalah kepada Roh Kudus. Kemudian tunggu Ia menjawab. Jawaban itu akan datang dalam benak kita, atau melalui orang lain, atau melalui Gereja.

Sponsor Atau Penjamin

Di televisi, sponsor adalah seseorang, atau suatu perusahaan, atau suatu kelompok yang menawarkan sesuatu kepada pemirsa. Biasanya tujuan mereka adalah menjual apa yang mereka tawarkan. Dalam segi tertentu, seorang Sponsor atau Penjamin dalam Sakramen Penguatan juga melakukan hal serupa. Mereka menawarkan atau menghadirkan calon penerima Krisma ke hadapan Gereja yang diwakili oleh Bapa Uskup. Mereka menawarkan segi-segi baik kita kepada komunitas Gereja. Sama seperti sponsor TV, para penjamin calon Krisma juga harus yakin akan orang yang mereka jamin. Para penjamin sesungguhnya mengatakan, “Kami menghormati orang ini dan menurut kami, ia akan menjadi anggota Gereja yang baik.” Penjamin terbaik biasanya adalah wali baptis calon yang bersangkutan.

Catatan Tentang Sakramen Penguatan

Dalam gereja-gereja Katolik di Timur Tengah (Ritus Timur), Sakramen Krisma diberikan oleh imam kepada bayi-bayi pada saat mereka menerima Sakramen Pembaptisan.

Dalam bahasa Ibrani, ‘Ruah’ (Roh), juga berarti Angin dan Napas Hidup.

Minyak Krisma terbuat dari minyak zaitun. Tetapi karena minyak zaitun memiliki aroma yang kurang sedap, maka ditambahkan balsem wangi.

Dalam Kitab Suci, terkadang orang menerima pencurahan Roh Kudus sebelum mereka dibaptis. Lihat: Kis 10: 44-48.

Minyak Krisma diberkati oleh Uskup dalam Pekan Suci. Kemudian minyak Krisma dibagi-bagikan ke seluruh wilayah keuskupan sebagai lambang persatuan dalam Gereja.

 

Sumber: “The Sacramental Gazette, Confirmation: Why?”, Rm Richard Lonsdale, Catholic1 Publishing Company, www.catholic1.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *