PEMBANGUNAN GEREJA DENGAN SWA KELOLA ATAU KONTRAKTOR – Gereja Santa Theresia Sedayu
Loading...
Pembangunan Gereja

PEMBANGUNAN GEREJA DENGAN SWA KELOLA ATAU KONTRAKTOR

Rapat Panitia Persiapan Pembangunan Gereja St. Theresia Sedayu, Senin (29/4) membahas bagaimana cara pengerjaan pembangunan gereja. Apakah akan menggunakan kontraktor, atau swa-kelola, atau campuran antara kontraktor dan swa-kelola. Pertimbangan utama penentuan ini adalah bahwa proyek ini memiliki nilai yang besar.

Untuk  swa-kelola, secara global memang lebih hemat. Karena kontraktor mengambil keuntungan usaha 10% dan pajak 10%. Namun detail operasionalnya membutuhkan sumber daya dengan kualifikasi tertentu. Misalnya harus mengerti tentang operasional proyek, harus bekerja full time, harus tahu pihak-pihak yang menjadi relasi, harus mengerti soal kontrol kualitas, harus mampu menghitung kualitas dan kuantitas bahan, dan seterusnya. Memang ada beberapa orang di Paroki Sedayu yang sesuai dengan kualifikasi tersebut, namun apakah bisa memenuhi semua kebutuhan personil.

Misalnya, untuk Quality Enginer, harus bisa mengambil sampel dan tahu kemana sampel di uji. Demikian juga dengan mutu beton, dan seterusnya. Untuk proses uji lab tentu harus menambah ongkos, diluar material dan tenaga kerja. Belum lagi soal ketegasan panitia pada pelaksana, jika pelaksana tidak bisa memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan. Juga soal sorotan umat yang melihat seolah-olah pelaksana, yang juga umat paroki, mengambil keuntungan. Namun untuk swa kelola, dana bisa disediakan secara bertahap.

Jika dikontrakkan, memang lebih mahal. Namun personel yang dibutuhkan disediakan oleh kontraktor. Panitia hanya mengawasi. Jika ada penyelewengan yang tidak sesuai spesifikasi, panitia bisa menegur. Kelemahannya adalah kontraktor berprinsip ada uang ada barang. Ada juga alternatif lain, yaitu bekerja sama dengan kontraktor lokal, namun dianggap sebagai swa-kelola. Atau bisa juga swa kelola pengadaan barang

Untuk menjawab persoalan ini, bisa melihat pengalaman gereja lain yang membangun gereja. Misalnya gereja Paroki Kartasura. Atau bisa berkonsultasi pada LPM Atma Jaya Yogyakarta yang dulu menjanjikan akan membantu sampai proses lelang.

Untuk hasil sondir sudah ada. Dan Minggu terakhir April ini diperkirakan pembuatan gambar untuk proses perijinan sudah tersedia.

Diharapkan proses perijinan bisa berjalan tepat waktu.

Untuk rapat berikutnya perlu dibahas soal kejelasan proses pengajuan IMB, keputusan sistem pembangunan, dan mencari informasi  kontraktor yang direkomendasikan UAJY.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *