MEWUJUDKAN KASIH TUHAN DENGAN MENDAMPINGI SAUDARA DIFABEL – Gereja Santa Theresia Sedayu
Loading...
Berita

MEWUJUDKAN KASIH TUHAN DENGAN MENDAMPINGI SAUDARA DIFABEL

IMG-20181104-WA0011Mereka yang memiliki anggota keluarga yang berkebutuhan khusus seharusnya justru bahagia, karena melalui merekalah kasih Tuhan diperlihatkan. Melalui saudara yang berkebutuhan khusus, setiap orang sebenarnya diajak untuk mensyukuri setiap karunia yang diberikan Tuhan. Demikian kata Yohanes Triwidianto, Pr, pastur Gereja St. Theresia Sedayu dalam Ekaristi keluarga berkebutuhan khusus, Minggu (23/10) di Gereja St. Theresia Sedayu. Romo Tri mengajak semua keluarga yang memiliki saudara berkebutuhan khusus untuk mensyukuri kebersamaan yang sudah ada dalam keluarga. Karena sudah terbukti bahwa apa pun yang terjadi, dalam kebersamaan bisa memberikan sesuatu. Karena dalam keluarga tak ada yang tak bisa.

Mengutip bacaan tentang Yesus yang menyembuhkan Bartimeus, pengemis buta, Romo Tri mengatakan bahwa ketika mendengar Yesus lewat, Bartimeus berteriak. Ia tidak menggerutu tentang hidupnya dan terus berteriak. Ketika mendengar teriakan Bartimeus, Yesus tidak mendekati Bartimeus, tapi Ia memanggilnya. Bartimeus berdiri dan mendatangi Yesus. Bartimeus juga harus berjuang untuk datang kepada Yesus. Bartimeus berjuang karena ia mampu mensyukuri hidupnya. Bartimeus bersyukur karena telah disapa oleh Yesus. Manusia diciptakan tidak sama. Ada yang bisa hidup normal, ada yang memiliki kekurangan sehingga perlu dibantu. Ketidak samaan ini justru mengajak manusia untuk saling melengkapi. Yang dibutuhkan adalah membuka hati dan pikiran. Jika manusia tidak puas dengan hidupnya, kemudian protes atau merasa bersalah, maka hidupnya tidak akan bahagia.

IMG-20181104-WA0009Setelah Ekaristi, ada pertemuan keluarga yang memiliki saudara berkebutuhan khusus se kecamatan Sedayu di halaman SD Pangudi Luhur Sedayu. Wahyu, ketua panitia, mengatakan bahwa di Kecamatan Sedayu, ada banyak orang yang memiliki potensi untuk berkembang, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. Tapi kadang keluarganya malu memiliki saudara seperti itu. Maka penting untuk memberi pencerahan kepada masyarakat tentang orang yang berkebutuhan khusus. Perlu juga dukungan dari pemangku kepentingan setempat. Dengan adanya paguyuban keluarga yang berkebutuhan khusus, maka mereka bisa mendapat pendampingan dan fasilitas sehingga dia yang berkebutuhan khusus bisa mandiri.

IMG-20181104-WA0010Fauzan, Camat Sedayu, mengatakan bahwa pendampingan terhadap mereka yang berkebutuhan khusus, termasuk yang jompo, menjadi prioritas pelayanan di Sedayu. Dengan adanya paguyuban keluarga yang berkebutuhan khusus, maka kesulitan dan kebutuhan yang dihadapi bisa dikomunikasikan. Dan nantinya pihak kecamatan akan mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak terkait. Misalnya sudah ada tawaran bantuan dari CSR PT. Kereta Api Indonesia untuk Kecamatan Sedayu berupa alat alat pendukung kesehatan. Kecamatan Sedayu juga sudah menyalurkan bantuan beras 20 paket per bulan dari suatu pihak kepada keluarga yang membutuhkan. Fauzan juga menyebut bahwa potensi seseorang biasanya akan muncul jika mengalami keadaan tertekan. Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh putus asa dan tetap semangat.

Yohanes Triwidianto, Pr dalam sambutannya mengatakan bahwa pesan pada kegiatan ini adalah diajak untuk fokus berkarya dan tidak menggerutu. Masyarakat juga diajak untuk srawung seperti Sumpah Pemuda tahun 1928. Dari yang sendiri-sendiri kemudian bersatu, bersaudara. Dengan bersaudara maka akan menghadirkan suka cita dalam kebersamaan. Meski dalam keterbatasan, tetap harus bersatu. Anggiasari, pegiat isu-isu gender dari Yogyakarta, mengatakan bahwa sering kali wanita difabel tidak dilihat potensinya. Belum banyak wanita difabel yang berkiprah. Seharusnya mereka ini didorong dan diberi peran supaya bisa mejadi setara dengan yang lainnya. Maria Tri Suhartini, pegiat difabel Sedayu, mengucapkan terima kasihnya atas dukungan dari Gereja St. Theresia Sedayu dan Kecamatan Sedayu terhadap mereka yang difabel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *