Loading...
Umat Bertanya

MENGAPA ADA BKSN?

Pertanyaan:

Setiap hari Minggu, kita sudah mendengarkan sabda Tuhan yang dibacakan dalam Ekaristi. Dalam Ekaristi juga ada homili dan penjelasan tentang sabda tersebut. Lantas, mengapa harus ada BKSN Bulan Kitab Suci Nasional? Apakah ikut Ekaristi, mendengarkan pembacaan sabda, dan mendengarkan renungan dalam Ekaristi saja belum cukup?

Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan.

Pertama-tama mari kita pahami mengapa ada BKSN? Sejarahnya demikian:

Tahun 1965, Bapa Konsili Vatikan II membuka lebar-lebar jalan masuk menuju Kitab Suci bagi semua umat beriman dan mengajak umat beriman untuk tekun membaca Kitab Suci (Dei Verbum artikel 22). Menyambut hasil Konsili Vatikan II tersebut, diupayakan usaha terjemahan Kitab Suci dalam bahasa Indonesia agar dapat dibaca oleh semua umat beriman.

Pada 1974-1976, LAI dan LBI menerbitkan KS dalam bahasa Indonesia. Selanjutnya, pada  1976 dalam sukacita hadirnya KS bahasa Indonesia, MAWI (sekarang KWI) memutuskan adanya Minggu Kitab Suci Nasional. Di tahun 1977, ada satu hari minggu dikhususkan untuk pendalaman KS pada bulan September.

Ternyata umat beriman menyambut minggu KS nasional dengan antusias. Satu minggu dirasa tidak cukup, maka satu bulan penuh pada bulan September ditetapkan sebagai BKSN. Melalui BKSN, gereja mengajak umat untuk semakin senang membaca dan merenungkan KS.

Melihat sejarah BKSN tersebut, kita patut bersyukur dengan banyaknya umat beriman yang rindu untuk membaca dan merenungkan KS. Ada kesadaran bahwa KS menjadi tuntunan, inspirasi, dan nutrisi hidup beriman sebagai murid-murid Kristus.

Makin dirasakan bahwa membaca dan mendengarkan bacaan KS dalam misa harian atau misa mingguan saja tidak cukup. Sekarang, mulai tumbuh grup-grup pecinta KS yang setiap hari membaca KS dari awal hingga akhir. Ada pula kursus-kursus KS atau sekolah KS yang mengajak umat beriman belajar KS secara lebih mendalam.

Selamat menyambut BKSN dengan gembira. Kita mohon berkat Tuhan dengan bermazmur, “Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu.” (Mzm 95)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *