Membangun Relasi Yang Benar Dengan Sesama – Gereja Santa Theresia Sedayu
Loading...
Berita

Membangun Relasi Yang Benar Dengan Sesama

Di negara kita dikenal ada suatu kelompok oknum yang menyatakan dirinya dekat dengan Tuhan namun kerap menjelek-jelekkan orang lain. Meski dirinya mengaku dekat dengan Tuhan, namun apa yang ia lakukan membuat dirinya tidak akan bisa menemukan Tuhan. Memvonis agama orang lain jelek sama saja mencoba menjadi Tuhan. Dan keinginan menjadi Tuhan inilah yang membuat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Demikian kata Heribertus Budi Purwantoro, Pr, ketua Komisi Kepemudaan KAS, dalam kegiatan pembekalan Dewan Pastoral Paroki St. Theresia Sedayu, Senin (4/1) di Hotel Taman Eden 1, Kaliurang.

Konsep hubungan kerja dengan Tuhan ini diambil dari gagasan Ragawidya yang ditulis oleh Romo YB. Mangunwijaya. Gagasan ini mengharapkan umat beriman bisa memaknai yang biasa dengan kepercayaan iman, dengan harapan dan dengan kecintaan. Karena menurut sejarahnya ada saat dimana berkembang gagasan bahwa yang baik hanyalah jiwa, sedang raga adalah jelek.

Ketika seseorang tertarik dengan lawan jenisnya, bisa ada dua kemungkinan, apakah itu agape (cinta) ataukah eros (seksual). Keduanya biasanya dipisah-pisahkan. Namun Paus Benedictus mengajarkan bahwa agape terwujud lewat eros. Karena agape butuh eros. Wujudnya adalah senyuman atau bersalaman. Namun manusia memiliki nafsu. Nafsu ini merupakan kodrat manusia, mirip dengan kodrat hewan. Meski demikian, manusia bisa melampaui kodratnya, yaitu dengan mengendalikan dan memaknainya, yang diistilahkan sebagai adikodrati. Misalnya dorongan untuk marah jika dirugikan, itu kodrat. Jika dirugikan tapi tidak marah, itu adikodrati. Jika orang berhenti hanya pada kodratnya, maka ia takkan bisa melayani.

Ini juga yang menjadi konsep puasa  dan pantang pada masa Prapaskah. Bukan patiraga, yaitu menekan nafsu lapar sampai maksimal. Namun widyaraga, yaitu raga yang diolah, dituntun, dibina, sehingga menjadi raga sejati. Semuanya direnungkan, dilatih dan diolah dalam semangat kearifan. Sehingga manusia bisa membuat relasi sesuai tempatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *