KONSER NATAL“KEMBALI KE TAMAN” – Gereja Santa Theresia Sedayu
Loading...
Berita

KONSER NATAL“KEMBALI KE TAMAN”

Dalam Kitab Kejadian disebutkan bahwa pada mulanya manusia pertama berkesempatan untuk bertatap muka langsung dengan Allah. Namun kini, dosa manusia membuat kita harus terusir dari taman firdaus. Peristiwa kelahiran Yesus Kristus 2000 tahun yang lalu adalah peristiwa yang agung, di mana manusia bisa kembali menatap  wajah Allah. Demikian kata YMV Rudito Sutodiwiryo, penggagas Konser Teatrikal Natal bertema “Kembali ke Taman,” Sabtu (28/12) malam di Aula Gereja St. Theresia Sedayu.

Teatrikal “Kembali ke Taman” mengisahkan manusia yang dapat bercakap-cakap dengan Allah dalam persahabatan dan keakraban di Taman Eden. Dan dosa manusia membuat relasi tersebut terputus. Maka, kehadiran Yesus, Sang Sabda yang dilahirkan oleh Santa Perawan Maria, menjadi kabar baik, bahwa melalui Yesus, manusia kembali bisa bercakap-cakap dengan Allah dalam suasana persaudaraan dan keakraban.

Tampil pula St. Theresia Choir, yang telah mengikuti Pesparani, dengan menyajikan lagu “Betlehem Brikan Pintumu” dan “Shine The Light of Your Love. Orkes Keoncong Senandung Theresia menampilkan Medley Lagu Natal dan “I Will Follow Him.”Kongregasi Carmelite Misionary menampilkan Sr Carmelite Misionary Choir yang membawakan “The Sound of Life” dan “Silent Night.” Bentara Theresia, kelompok koor para perantau asal Paroki St. Theresia Sedayu, menyajikan lagu “Malam Kudus,” “Alam Raya,” dan “Natal di Dusun Kecil.” X-Aver Choir, kelompok paduan suara Lingkungan St. Fransiskus Gesikan menyumbangkan lagu “Jnk-Jnk Gembala” dan “Felis Navidad.”

Bintang tamu, Nafs-i-gira Musik Djogja, komunitas pemusik dan penyanyi yang melayani liturgi gereja dan pentas kebudayaan, hadir membawakan “Imanuel,” “Mater Dei,” “Malam Kudus,” “Santa Claus is Coming to Town,” “Jinggle Bells,” “At The Barn,” “Gloria,” “Adeste Fideles,” dan “Selamat Hari Natal dan Tahun Baru.” Romo Yohanes Triwidianto, pastur kepala, mengatakan mereka yang terlibat dalam konser ini memiliki beberapa kepentingan, namun semuanya bisa disatukan demi merayakan Natal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *