IMAN YANG MERAWAT KEUTUHAN CIPTAAN – Gereja Santa Theresia Sedayu
Loading...
Berita

IMAN YANG MERAWAT KEUTUHAN CIPTAAN

Dalam kitab Kejadian bab 1 ayat 28 dikatakan agar manusia memenuhi, menaklukkan dan menguasai bumi. Perintah untuk menaklukkan ini bisa menjadi keserakahan, penindasan. Ketika alam melayani manusia, maka alam akan rusak. Alam diciptakan tidak ada yang buruk . Namun ketika manusia yang serakah melenyapkan satu mata rantai kehidupan yang diciptakan dengan baik oleh Tuhan, maka ketidak seimbangan akan terjadi. Demikian paparan Yohanes Triwidianto, Pr, dalam sekolah iman berjudul “Teologi dan Ekologi,” Kamis (21/2) di aula Gereja St. Theresia Sedayu.

Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan supaya ia berkuasa. Kelebihan manusia adalah hidup berdasar pikiran dan hati. Ciptaan lain hidup menurut siklus dan nafsu. Namun justru manusia yang merusak alam. MIsalnya, pada tahun 1950an, ditemukan plastik, kantong yang praktis, namun tidak bisa membusuk. Lalu, tahun 1960an, mulai dilakukan pengerukan kekayaan alam besar-besaran, demi pertumbuhan ekonomi. Maka alam menjadi rusak, karena tidak ada perhitungan jangka panjang. Inilah pentingnya moralitas.

Moraltas bukan semata hubungan manusia dengan manusia, namun hubungan manusia dengan seluruh alam. Moralitas merupakan hubungan manusia dengan makhluk hidup yang lain dalam tataran saling membutuhkan, saling tergantung, saling berelasi. Tujuan moralitas salah satunya menolong manusia membentuk prinsip yang mengembangkan relasi manusia dengan lingkungan hidup.

Semua makhluk tak bisa dilepaskan dari alam tempat dia tinggal. Dalam ilmu ekologi dipelajari bagaimana diantara makhluk yang diam di suatu tempat bisa hidup dengan selaras. Ada juga teori evolusi yang menyatakan bahwa makhluk yang kuat akan bisa bertahan, dan makhluk yang lemah akan tersingkir dan lenyap. Ketika diantara makhluk hidup yang berdiam di suatu tempat tidak bisa hidup dengan selaras, maka seleksi alam akan berubah menjadi persaingan bebas. Persaingan bebas menyatakan bahwa yang kuat atau yang besar akan menghancurkan yang lain. Keberadaan teknologi juga menyumbang kerusakan alam. Teknologi yang seharusnya digunakan untuk merawat alam, ternyata lebih digunakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dalam Popularum Progresio, Paus Paulus VI mengingatkan bahwa eksploitasi bisa memicu kemiskinan. Karena eksploitasi akan menyebabkan kerusakan alam. Dan orang miskin adalah kelompok yang paling rentan terhadap kerusakan alam. Dalam Kitab Suci memang tidak ada perintah untuk melestarikan alam. Namun Yesus memberi teladan bagaimana harus hidup bersama orang lain, bersatu dengan alam ciptaan. Maka ketika manusia diciptakan secitra dengan Tuhan, maka manusia tidak hanya menguasai semata, namun juga menjaga dan memelihara alam.

Romo Yohanes Tri mengatakan, ketika menjelang pemilu seperti sekarang ini, masyarakat harus bisa memilih mana calon eksekutif dan legislatif yang peduli terhadap alam. Namun keterlibatan masyarakat tidak hanya selesai pada pemilu. Masyarakat juga bisa kristis terhadap penguasa. Secara pribadi, setiap orang juga bisa menata dan mengelola alam sekitar tempat dia tinggal dan beraktifitas. Jean Jacques Rousseau adalah orang pertama yang memunculkan gagasan kembali ke alam. Ia mengajak orang untuk hidup wajar dalam kesederhanaan. Karl Marx mengatakan bahwa masyarakat yang terlalu mengandalkan kekuatan ekonomi akan membuat orang menjadi terasing. Maka kekuatan ekonomi semata tidaklah cukup. Sayangnya kedua gagasan ini tidak diterima di jamannya. Dan yang pasti, agar bumi tetap terjaga, orang harus belajar hidup bermoral. Moral bisa dirartikan mampu hidup bersama ciptaan lain.

Wawan S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *