Deprecated: Array and string offset access syntax with curly braces is deprecated in /home/u5848999/public_html/parokisedayu/wp-includes/script-loader.php on line 707

Deprecated: Unparenthesized `a ? b : c ? d : e` is deprecated. Use either `(a ? b : c) ? d : e` or `a ? b : (c ? d : e)` in /home/u5848999/public_html/parokisedayu/wp-content/plugins/jetpack/modules/shortcodes/soundcloud.php on line 167

Deprecated: Function get_magic_quotes_gpc() is deprecated in /home/u5848999/public_html/parokisedayu/wp-includes/load.php on line 656

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u5848999/public_html/parokisedayu/wp-includes/theme.php on line 2245

Deprecated: Function get_magic_quotes_gpc() is deprecated in /home/u5848999/public_html/parokisedayu/wp-includes/formatting.php on line 4382
ANTONIUS HADI CAHYONO: JIKA MENGANDALKAN KEMAMPUAN MANUSIA, HABIS SAYA – Gereja Santa Theresia Sedayu
Loading...
Berita

ANTONIUS HADI CAHYONO: JIKA MENGANDALKAN KEMAMPUAN MANUSIA, HABIS SAYA

Tanpa kehadiran Tuhan, manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Pengalaman ini akan terasa di tempat di mana tantangan ada. Misalnya menjadi misionaris di pedalaman Kalimantan. Kunjungan umat yang tinggal jauh dari gereja, jarak tujuh kilometer dengan waktu tempuh bisa mencapai tujuh jam, tentu bukan hal yang mudah di jalani. Jalanan dengan kondisi tidak memadai, yang tanpa penerangan di kala malam, adalah hal biasa ditemui. Demikian kata Antonius Hadi Cahyono, Pr, misionaris dari KAS yang baru saja menyelesaikan perutusan di Kalimantan. Pernyataan tersebut disampaikan Kamis (3/9) di Gereja St. Theresia Sedayu, Bantul, dalam acara Ekaristi menyambut imam baru.

Romo Anton, demikian ia dipanggil, ditahbiskan sekitar sepuluh tahun yang lalu. Tiga tahun pertama, Romo Anton bertugas di Paroki St. Theresia Jombor, Ceper, Klaten. Dua tahun berikutnya bertugas di Paroki St. Petrus Kanisius Wonosari, dan kemudian ke Paroki Katedral, Semarang, selama dua tahun berikutnya. Perutusan berikutnya, Romo Anton memilih untuk ditugaskan di luar Jawa. Ada dua tawaran, yaitu Papua atau Kalimantan. Romo Anton memilih daerah yang lebih sulit. Maka ia ditempatkan di Ketapang.

Di Kalimantan, tradisi mistik masih kuat. Namun mereka sebenarnya cinta harmonisasi. Sehingga selama tidak diganggu, maka mereka juga tidak akan mengganggu. Romo Anton mengatakan, ketika fasilitas tidak bisa diandalkan, ketika kekuatan-kekuatan yang dipercayai masyarakat setempat tidak bisa diandalkan, dan ketika kekuatan diri sendiri tidak ada artinya, maka hanya satu yang bisa diandalkan, yaitu kekuatan Tuhan. Maka perutusan yang ia jalani tidak akan lancar jika tidak mendekatkan diri dengan Tuhan. Tuhan temani saya, demikian kredo yang selalu ia ucapkan dalam perutusan.

Tentang perutusan di Sedayu, pastur yang dinamai Ontoseno oleh teman-temannya ini, berharap agar umat bisa memahami dirinya. Karena ia mengaku perutusan di Kalimantan membuatnya ketinggalan jaman. Tentang pembangunan gereja Sedayu, Romo Anton mengatakan bahwa Gereja yang sesungguhnya ada dalam diri umat. Maka jika nantinya Gereja Sedayu menjadi megah, umat Sedayu juga harus “megah” dalam pelayanan di gereja dan di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *